ARAHBICARA.COM – Situasi darurat akibat pergerakan tanah di Kampung Cijambe tidak menghalangi pelayanan kesehatan bagi warga. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi melalui Puskesmas Bantargadung memastikan seluruh pengungsi tetap mendapat layanan medis gratis.

Tim medis disiagakan di posko darurat Kampung Pasapen, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung. Lokasi tenda pengungsian yang berada tepat di samping Puskesmas Bantargadung memudahkan koordinasi dan distribusi bantuan kesehatan.

Kepala Puskesmas Bantargadung, Siska Santika, mengatakan pihaknya bergerak cepat sejak awal kejadian. “Kami menyediakan pengobatan gratis untuk warga yang terdampak. Karena tenda darurat ini berada di samping Puskesmas Bantargadung, tentu kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait pengajuan logistik, terutama kebutuhan obat-obatan,” ungkapnya, Selasa (3/3/2026).

Menurut Siska, pelayanan kesehatan dilakukan tidak hanya untuk mengobati, tetapi juga mencegah munculnya penyakit di lingkungan pengungsian. “Setiap hari kami lakukan pemeriksaan berkala. SDM sudah kami siapkan dengan sistem piket harian agar pelayanan tetap siaga,” katanya.

Langkah cepat dan koordinasi antara Puskesmas Bantargadung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menunjukkan bahwa di tengah bencana, pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama demi keselamatan warga.

Lebih lanjut Siska, dengan sistem piket, tenaga kesehatan berjaga 24 jam untuk memastikan setiap keluhan warga bisa segera ditangani. Hingga kini, kondisi kesehatan di posko pengungsian terpantau aman.

“Alhamdulillah, belum ada kasus penyakit serius atau menonjol. Data sementara hanya mencatat satu warga yang mengalami luka akibat terjatuh saat proses evakuasi barang,” jelas Siska.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd