ARAHBICARA.COM – Momentum peringatan Hari Jadi ke-155 Kabupaten Sukabumi menjadi ajang refleksi bersama. Tak hanya pemerintah dan legislatif, tokoh agama pun turut menyampaikan pandangan.
Sekretaris Umum MUI Kabupaten Sukabumi, Kiai Ujang Hamdun atau yang akrab disapa Uha, menekankan pentingnya menjadikan keberkahan sebagai arah pembangunan Sukabumi ke depan.
Dalam pesannya, Kiai Uha mengingatkan bahwa usia 155 tahun adalah perjalanan panjang yang harus diisi dengan karya nyata. Menurutnya, pembangunan di Sukabumi tidak boleh hanya mengejar aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus berlandaskan nilai-nilai spiritual, moral, dan keberkahan.
“Usia 155 tahun adalah karunia. Mari kita jadikan momentum ini untuk semakin memperkuat iman, ukhuwah, dan kepedulian sosial. Sukabumi akan maju bila pembangunan dijalankan dengan landasan keikhlasan dan keberkahan,” ungkapnya.
Kiai Uha juga mengapresiasi sejumlah program pemerintah daerah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an hingga layanan kesehatan gratis. Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan semangat membangun masyarakat yang sehat lahir dan batin.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan menghindari perpecahan. Menurutnya, pembangunan tanpa kebersamaan hanya akan menjadi formalitas.
“Kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat adalah kunci. Mari kita jadikan Sukabumi bukan hanya maju, tetapi juga menjadi kabupaten yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur—daerah yang makmur, damai, dan diridhai Allah,” pesannya dengan penuh harapan.
Dengan spirit religius dan kebersamaan, Kiai Uha berharap HJKS ke-155 menjadi titik tolak lahirnya Sukabumi yang lebih kuat, sejahtera, dan diberkahi dalam setiap langkah pembangunan.
Reporter: Juliansyah

