ARAHBICARA.COM – Sekretaris Umum MUI Kabupaten Sukabumi, Kiai Ujang Hamdun (Uha), menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan Muhibah Ramadan 1447 Hijriah/2026 M. Ia menilai kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi itu menjadi ruang penting memperkuat kebersamaan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.
Rangkaian Muhibah Ramadan tahun ini sudah berlangsung di tiga lokasi, yakni Ponpes Darussyifa Al-Fitroh (YASPIDA) Kadudampit, Masjid Jami Al-Muhajirin Gunungguruh, Masjid Jami Baeturrohman Cisaat dan berikutnya disejumlah wilayah. Acara diisi dengan tausiyah, doa bersama, serta dialog terbuka antara pemerintah daerah dan warga.
Menurut Kiai Uha, Muhibah Ramadan bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi juga sarana membangun komunikasi dua arah yang sehat.
“Ramadan adalah bulan membangun kepedulian dan memperkuat persatuan. Muhibah ini menjadi sarana mempertemukan gagasan, menyatukan langkah, dan menjaga kebersamaan antara umaro dan ulama,” ujarnya.
Kiai Uha menambahkan, di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, sinergi antara tokoh agama dan pemerintah menjadi kunci menjaga kondusivitas daerah.
“Kami memandang kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dengan nilai keagamaan dan kebutuhan masyarakat,” kata Uha.
Kiai Uha berharap Muhibah Ramadan terus dilaksanakan secara konsisten dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Reporter: Aris
Redaktur: Rsd

