ARAHBICARA.COM – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali meneguhkan keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, H. Ujang Hamdun sapa akrab Kiai Uha, dalam pesan reflektifnya memperingati peristiwa agung tersebut.
Menurut Kiai Uha, Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan perjalanan spiritual yang sarat makna dan pelajaran mendalam bagi umat Islam, terutama tentang kewajiban salat sebagai tiang agama dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang pentingnya hubungan yang kuat antara hamba dengan Allah SWT. Salat adalah bukti cinta dan ketaatan kita kepada-Nya, sekaligus penopang akhlak dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Kiai Uha, Jumat (16/1/2026).
Ia menambahkan, peringatan Isra Mi’raj hendaknya dijadikan ladang untuk menumbuhkan cinta kepada Allah SWT dan memperdalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dengan demikian, umat Islam mampu menjalani kehidupan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, serta keteguhan iman di tengah berbagai tantangan zaman.
Kiai Uha juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukabumi, untuk menjadikan nilai-nilai Isra Mi’raj sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis, berakhlakul karimah, dan saling menghormati.
“Jika nilai-nilai Isra Mi’raj benar-benar kita hayati dan amalkan, insya Allah akan lahir masyarakat yang religius, damai, dan berkeadaban,” tandasnya.
Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam setiap aspek kehidupan.
Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd

