ARAHBICARA.COM – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Fraksi PKS, H. Iwan Ridwan, mendorong penguatan kaderisasi masyarakat melalui Unit Pembinaan Anggota (UPA). Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi sekaligus pembahasan aturan lahan Hak Guna Usaha (HGU) di kabupaten. Giat se-Daerah Pemilihan (Dapil) 3 ini di pusatkan di Nagrak, Minggu (8/3/2026).

Iwan menyebut UPA berperan penting mencetak kader militan yang punya semangat juang dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat.
“Melalui UPA ini kita ingin mencetak kader-kader yang militan, memiliki semangat juang tinggi, serta mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain kaderisasi, kegiatan itu juga membahas aturan pengelolaan lahan HGU. Menurut Iwan, pemahaman masyarakat soal regulasi HGU penting agar tidak menimbulkan konflik di lapangan.
“Melalui sosialisasi ini kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai regulasi HGU dan masalah perizinan PT atau pabrik sehingga pengelolaan lahan dapat berjalan sesuai aturan dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat peran kader dalam menyampaikan informasi dan memperjuangkan aspirasi. Dengan adanya kader militan dari UPA, Iwan menilai mereka bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam mendorong pembangunan yang adil dan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.

Dalam kesempatan yang sama H. Iwan Ridwan, menyampaikan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) perjuangan politik partai tidak hanya soal jabatan atau kekuasaan, melainkan berlandaskan tiga ideologi utama: Islam, Pancasila, dan keadilan.
“Islam harus hadir dalam hati dan gerak pejabat publik. Tidak boleh ada korupsi, harus ada kejujuran, pelayanan, dan perjuangan,” disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Iwan menyebut Pancasila sebagai ideologi bersama yang mempersatukan seluruh umat beragama di Indonesia. Sementara keadilan diharapkan hadir di berbagai bidang, terutama ekonomi.
“Masih ada ketimpangan. Hanya 5 persen yang menikmati kekayaan, sementara 95 persen masyarakat masih kesulitan,” paparnya.

PKS menilai partai bukan hanya wadah politik, melainkan jalan ibadah sosial.
“Partai ini adalah partai yang berjuang kepada kebaikan. Partai adalah jalan ibadah sosial,” tegasnya.

Dengan begitu, kegiatan di Nagrak bukan hanya membahas kaderisasi melalui UPA, tetapi juga menjadi ruang bagi PKS untuk menegaskan arah perjuangan partai yang berlandaskan Islam, Pancasila, dan keadilan, serta mendorong masyarakat memahami aturan HGU demi terciptanya pembangunan yang lebih adil di Sukabumi.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd