ARAHBICARA.COM – Peringatan Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 menjadi ajakan untuk menghormati perjuangan nelayan sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pangan dari laut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, menyampaikan bahwa masyarakat nelayan punya peran besar dalam menjaga ketersediaan pangan, terutama ikan sebagai sumber protein utama.
“Hari Nelayan bukan hanya perayaan budaya, tetapi bentuk penghormatan kepada para nelayan yang selama ini menjaga ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Menurut dr. Gatot, hasil laut berperan penting dalam pemenuhan gizi sekaligus mendukung ekonomi daerah pesisir.
“Nelayan adalah garda terdepan dalam menyediakan pangan bergizi. Karena itu, kesejahteraan dan keberlangsungan aktivitas nelayan harus terus diperhatikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, potensi laut Sukabumi yang besar harus dijaga dengan pengelolaan berkelanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan generasi mendatang.
“Kita harus menjaga ekosistem laut, menghindari eksploitasi berlebihan, dan mendorong pengelolaan perikanan ramah lingkungan,” kata dr. Gatot.
Dalam momentum Hari Nelayan ke-66, ia juga mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi sehat.
“Ikan punya gizi yang baik untuk pertumbuhan dan kesehatan. Ini juga penting untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Perayaan Hari Nelayan Palabuhanratu berlangsung meriah dengan tradisi pesisir yang diwariskan turun-temurun sebagai wujud syukur atas hasil laut.
dr. Gatot berharap semangat kebersamaan di Hari Nelayan bisa menjadi motivasi memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan di Sukabumi.
“Semoga Hari Nelayan ke-66 jadi pengingat bahwa laut adalah sumber kehidupan yang harus dijaga bersama demi kesejahteraan masyarakat dan masa depan generasi penerus,” tutupnya.
Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd

