ARAHBICARA.COM – Pembentukan Kasira (Kader Siaga Rabies), oleh Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi yang beranggotakan petugas puskesmas, kesehatan hewan, kader posyandu, pemburu, babinsa, serta bhabinkamtibmas, sukses membawa Kabupaten Sukabumi enam tahun tanpa rabies.

Hal tersebut disampaikan, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Drh. Asep Kurnadi mengatakan. Bahwa menurutnya, upaya tersebut terbukti membuahkan hasil positif.

Bahkan, baru-baru ini Kabupaten Sukabumi menjadi proyek percontohan penanganan kasus rabies tingkat nasional berkat keberhasilan daerah ini dalam mencatatkan enam tahun tanpa kasus rabies, dengan kasus terakhir terjadi pada 2018.

“Kasus positif rabies pada hewan di Kabupaten Sukabumi terakhir kali ditemukan di Kecamatan Nyalindung dan Cikembar pada 2018. Sejak itu, kami terus melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk melalui pembentukan Kasira dan program edukasi yang masif,” kata Drh. Asep kepada Radar Sukabumi pada Kamis (21/11/2024).

Kasira bersama Dinas Peternakan terus berupaya memperkuat edukasi kepada masyarakat, terutama anak-anak usia dini hingga sekolah dasar, yang merupakan kelompok rentan. “Sekitar 60 persen korban gigitan hewan penular rabies adalah anak-anak pada rentang usia tersebut,” ujarnya.

Sebab itu, pihaknya fokus memberikan pemahaman kepada siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, dan SD mengenai pencegahan, penyebaran, dan penanganan rabies. Di samping itu, mereka juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pemilik hewan peliharaan, seperti anjing, kucing, dan kera, untuk melakukan vaksinasi secara rutin.

“Upaya-upaya yang kami laksanakan ini dilakukan secara masif untuk mengendalikan penyebaran rabies, dan sampai saat ini Kabupaten Sukabumi sudah nihil kasus positif rabies,” ujarnya.

Selain itu, Kasira yang kini bertransformasi menjadi kader zoonosis bertujuan untuk memperluas cakupan kerja, khususnya dalam edukasi tentang pencegahan penyakit zoonosis – penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Sebab, selain rabies, terdapat berbagai penyakit zoonosis lain yang juga perlu diwaspadai. “Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih memahami jenis penyakit apa saja yang bisa ditularkan oleh hewan kepada manusia,” pungkasnya.

Redaktur : Yandi Candra