ARAHBICARA.COM – Pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, berdampak pada 214 kepala keluarga (KK). Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menyampaikan pihaknya bersama Bupati turun langsung meninjau tenda penampungan, Rabu (4/3/2026).

Sebanyak 48 KK memilih mengungsi mandiri, satu KK mengontrak rumah, sementara 63 KK atau 207 jiwa bertahan di tenda penampungan.

“Alhamdulillah hari ini kami bersama Pak Bupati dan rombongan mengunjungi tenda penampungan akibat pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung. Total terdampak 214 kepala keluarga,” ungkap Eki.

BPBD memastikan distribusi logistik berjalan sejak hari pertama. “Selama di penampungan kami sudah memberikan sembako, selimut, dan mi instan. Dari Dinas Sosial juga ada bantuan alat tidur seperti kasur. Hari ini juga ada bantuan obat-obatan yang sudah diserahkan kepada Kepala Puskesmas Bantargadung,” jelasnya.

Ketersediaan pangan, perlengkapan tidur, dan layanan kesehatan menjadi prioritas di tengah kondisi tanah yang masih berpotensi bergerak.

Pergerakan tanah di Bantargadung ini menjadi peringatan bagi semua pihak. Penanganan darurat sudah berjalan, namun langkah jangka panjang tetap dibutuhkan agar warga tidak terus-menerus menghadapi ancaman serupa.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. “Kami berharap masyarakat tetap mewaspadai kondisi alam yang cepat berubah. Jika curah hujan tinggi terus terjadi, segera pindah ke lokasi yang lebih aman,” kata Eki.

Terkait status darurat, Eki menyebut koordinasi tengah dilakukan untuk memastikan penanganan lebih maksimal. “Alhamdulillah barusan dan nanti kita akan berkoordinasi untuk langkah selanjutnya,” ujarnya.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd