ARAHBICARA.COM – Wakil Bupati Sukabumi Andreas didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi menghadiri rapat koordinasi penanganan persampahan serta mitigasi dampak kemarau panjang di Jawa Barat.
Rapat dipimpin Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Pertemuan ini membahas kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI untuk mempercepat penanganan sampah serta langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
Wabup Andreas menyampaikan kesiapan daerah dalam mendukung kebijakan provinsi. “Kami akan memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan sampah lebih cepat dan dampak kemarau bisa ditekan,” kata Andreas, Sabtu (18/7/2026).
Kehadiran Disperkim Kabupaten Sukabumi menjadi bagian dari komitmen pemerintah kabupaten Sukabumi dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan peningkatan kualitas permukiman. Menurut Kadis Perkim Sendi Apriadi, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Kami siap mendukung langkah provinsi, terutama dalam pengelolaan kawasan permukiman dan penanganan sampah di tingkat kabupaten,” ujarnya.
Rakor ini diikuti pejabat kabupaten/kota se-Jawa Barat serta unsur TNI. Agenda tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi menghadapi tantangan lingkungan dan perubahan iklim. Selain membahas teknis penanganan sampah, rapat juga menyoroti pentingnya kesiapan daerah menghadapi kemarau panjang yang diprediksi berdampak pada ketersediaan air dan kesehatan masyarakat.
Gubernur Dedi Mulyadi menekankan perlunya kerja cepat dan terarah. Ia menyebut, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar masalah sampah dan dampak kemarau tidak semakin berat. “Kita harus bergerak bersama, tidak bisa sendiri-sendiri,” ucapnya.
Reporter: Cr
Redaktur: Rsd
