ARAHBICARA.COM – Peringatan Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 pada Kamis (21/5/2026) tidak hanya menjadi pesta budaya, tapi juga ajakan untuk memperhatikan kehidupan keluarga nelayan. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menilai keluarga pesisir punya peran besar dalam ketahanan pangan dan ekonomi daerah.

“Hari Nelayan adalah momentum untuk mengingat pentingnya memperkuat kualitas keluarga nelayan agar lebih sehat, mandiri, dan sejahtera,” katanya.

Eka menambahkan, keluarga adalah pondasi utama membangun masyarakat yang kuat. Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan sosial, keluarga nelayan perlu dukungan berupa edukasi, layanan kesehatan, dan program pembangunan keluarga berkelanjutan.

“Ketahanan keluarga menjadi hal penting, terutama bagi masyarakat pesisir. DPPKB terus mendorong pembinaan keluarga, pencegahan stunting, serta peningkatan kualitas generasi muda,” jelasnya.

Menurut Eka, semangat gotong royong yang terlihat dalam perayaan Hari Nelayan adalah modal sosial yang harus dijaga.

“Kita melihat bagaimana masyarakat Palabuhanratu menjaga tradisi dan kebersamaan. Ini nilai positif yang harus diwariskan kepada generasi muda,” katanya.

Perayaan Hari Nelayan ke-66 berlangsung meriah dengan kegiatan budaya, hiburan rakyat, hingga tradisi larung saji sebagai simbol rasa syukur atas hasil laut. Dalam kesempatan itu, Eka juga mengajak masyarakat menjaga keharmonisan keluarga dan peduli pada tumbuh kembang anak.

“Kalau keluarga kuat, masyarakat juga akan kuat. Dari keluarga yang sehat dan harmonis akan lahir generasi penerus yang mampu membawa Sukabumi lebih maju,” tutupnya.

 

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd