ARAHBICARA.COM — Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menggelar kegiatan Muhibah Ramadhan 1447 H/2026 M tingkat kabupaten sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus menghadirkan layanan dan bantuan langsung bagi masyarakat.
Kegiatan itu pertama dipusatkan di Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fitroh (YASPIDA), Jalan Parungseah No. 43, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Selasa (24/2/2026), dengan dihadiri Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, unsur Forkopimda Kabupaten/Kota Sukabumi, para kepala perangkat daerah, pimpinan yayasan YASPIDA, tokoh ulama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Kemudian Muhibah Ramadhan selanjutnya digelar di Masjid Jami Al-Muhajirin, Kampung Ciburial, Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Rabu (25/2/2026), yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat setempat.
Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan, Muhibah Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana memperkuat sinergi antara ulama, umaro, dan umat sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Melalui Muhibah Ramadan ini, kami ingin memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Ini juga menjadi ruang dialog dan instrumen monitoring pembangunan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Bupati menyampaikan sejumlah capaian pembangunan. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Kabupaten Sukabumi pada 2025 berhasil ditekan hingga 6,41 persen. Pemerintah daerah juga terus berinvestasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Bupati serta pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang telah terealisasi sebanyak 780 unit.
Selain itu, peningkatan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja. “Dalam waktu dekat, Pemkab Sukabumi juga akan membangun ratusan hunian tetap (huntap) di wilayah Palabuhanratu dan Gegerbitung dengan melibatkan berbagai pihak,” bebernya.
Meski berbagai capaian telah diraih, Bupati mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, khususnya di bidang infrastruktur dan pelayanan publik. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan pembangunan bertahap dan berkelanjutan demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang mubarakah—maju, unggul, berbudaya, dan berkah.
Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi, Unang Sudarma, menyampaikan bahwa momentum Ramadhan menjadi penguat gerakan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“BAZNAS Kabupaten Sukabumi terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat. Muhibah Ramadan ini menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat zakat agar tepat sasaran dan berdampak nyata,” ungkapnya.
“Kami (Baznas) berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan dan penyaluran zakat agar semakin luas menjangkau masyarakat, terutama kelompok rentan dan terdampak bencana,” pungkasnya.
Kegiatan Muhibah Ramadan juga diisi dengan berbagai aksi sosial. Diantaranya, pembagian paket sembako, bazar murah, serta undian umrah bagi masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mendorong kepedulian sosial dan memperkuat kebersamaan di bulan suci.
Dengan pendekatan langsung ke tengah masyarakat, Muhibah Ramadan diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun Kabupaten Sukabumi yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
Reporter:Aris
Redaktur: Rsd

