ARAHBICARA.COM – Tantangan kependudukan di Kabupaten Sukabumi dinilai semakin kompleks dan tidak bisa lagi ditangani dengan cara lama. Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menyebut penggunaan data yang akurat menjadi kunci keberhasilan program pembangunan keluarga.

“Keberhasilan program sangat ditentukan oleh kualitas data. Karena itu, pendekatan berbasis data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi harus terus dioptimalkan, termasuk melalui pemanfaatan sistem informasi seperti SIGA,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Menurut Eka, pendekatan by name by address penting agar intervensi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Ia menekankan bahwa momentum bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan jika tidak diiringi kesiapan sumber daya manusia dan penguatan kualitas keluarga.

“Bonus demografi hanya akan menjadi peluang jika diiringi kesiapan SDM yang unggul dan keluarga yang berkualitas. Tanpa itu, justru berpotensi menjadi tantangan besar,” jelasnya.

DPPKB Sukabumi mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) memperkuat koordinasi lintas sektor dan menghadirkan inovasi program agar respons di lapangan lebih cepat. Fokus utama diarahkan pada penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kualitas hidup keluarga.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama agar program yang dijalankan benar-benar efektif,” tandasnya.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd