ARAHBICARA.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi menggelar simulasi pemadaman kebakaran di Pondok Pesantren Al-Kahfi, Jampangkulon, Sabtu (1/3/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus edukasi keselamatan di bulan Ramadan.

Simulasi dipandu langsung personel Damkar sektor Jampangkulon dan diikuti antusias para santri. Petugas memperagakan cara menangani kebakaran akibat kebocoran tabung gas elpiji, mulai dari teknik mematikan api dengan alat sederhana hingga langkah evakuasi darurat.

Kepala DPKP Kabupaten Sukabumi, Budianto, menyampaikan bahwa edukasi ini penting, terutama di bulan Ramadhan saat aktivitas memasak meningkat.

“Potensi kebakaran di bulan Ramadhan cenderung naik, terutama akibat kelalaian penggunaan kompor dan tabung gas. Karena itu kami hadir memberikan pemahaman langsung agar para santri dan pengelola pesantren tahu langkah cepat dan tepat saat terjadi kebakaran,” ujarnya.

Menurut Budianto, edukasi tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik langsung agar peserta memahami cara memutus sumber api, mengenali tanda kebocoran gas, serta pentingnya tetap tenang saat insiden terjadi. Ia menambahkan, banyak kasus kebakaran bermula dari hal sederhana seperti regulator yang tidak terpasang sempurna atau selang gas yang sudah aus. Melalui simulasi, santri diajarkan mengenali potensi bahaya sejak dini.

“Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan. Kami ingin membangun budaya sadar keselamatan di lingkungan pondok pesantren. Jika semua memahami prosedur dasar, risiko bisa ditekan,” kata Budianto.

Selain simulasi pemadaman api, petugas juga memberikan edukasi jalur evakuasi, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta pentingnya segera menghubungi petugas jika api sulit dikendalikan.

Pihak pondok pesantren menyambut baik kegiatan tersebut. Para santri bahkan berani mencoba langsung teknik pemadaman dengan pendampingan petugas.

DPKP Kabupaten Sukabumi berkomitmen terus menyasar sekolah, pesantren, dan permukiman padat penduduk sebagai bagian dari program edukasi berkelanjutan, khususnya selama Ramadhan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan edukasi yang masif, kami berharap masyarakat semakin siap dan sigap menghadapi potensi kebakaran,” tutup Budianto.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd