ARAHBICARA.COM – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi menggelar bimbingan teknis (bimtek) desain menggunakan aplikasi Canva dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha mikro agar lebih kreatif, efisien, dan siap bersaing di era digital.

Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung UMKM naik kelas.

“Sekarang tidak ada lagi alasan gaptek. Dengan Canva dan AI, pelaku usaha bisa membuat desain promosi sendiri, lebih cepat, dan lebih menarik,” ujar Sri Hastuty, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, kreativitas dan pemanfaatan teknologi digital adalah kunci agar UMKM tetap bertahan.

“Kreativitas ditambah efisiensi AI adalah kombinasi yang kuat. UMKM bisa lebih produktif, promosi lebih luas, dan tentu saja keuntungan makin meningkat,” tambahnya.

Pelatihan ini diikuti puluhan pelaku usaha mikro dari berbagai kecamatan. Mereka diajarkan cara membuat desain produk, brosur, hingga konten media sosial menggunakan Canva. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada fitur AI yang dapat membantu menghasilkan ide desain secara otomatis.

Sejumlah peserta mengaku terbantu dengan adanya bimtek ini. Salah satu pelaku usaha makanan ringan, Rina, mengatakan dirinya sebelumnya kesulitan membuat desain promosi.

“Biasanya saya harus bayar orang untuk bikin desain. Sekarang saya bisa belajar sendiri, lebih hemat, dan hasilnya lumayan bagus,” kata Rina.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari praktisi digital marketing. Mereka menjelaskan pentingnya branding dan konsistensi konten di media sosial agar produk UMKM lebih dikenal.

Sri Hastuty menegaskan DKUKM akan terus mendorong UMKM memanfaatkan teknologi digital. Ke depan, pihaknya berencana mengadakan pelatihan lanjutan, termasuk strategi pemasaran online dan penggunaan aplikasi keuangan digital.

Dengan adanya bimtek ini, DKUKM berharap UMKM di Kabupaten Sukabumi semakin siap menghadapi tantangan pasar modern.

“Kami ingin UMKM lokal tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tutup Sri Hastuty.

(Rsd).