ARAHBICARA.COM – Rapat Dinas Bulan April 2026 digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung Bupati Sukabumi H. Asep Japar, dipandu Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, dan dihadiri Wakil Bupati H. Andreas bersama jajaran kepala perangkat daerah, asisten, staf ahli, kepala bagian, hingga camat se-Kabupaten Sukabumi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dr. Gatot Sugiharto juga turut hadir.
Forum tersebut evaluasi sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendorong kinerja pemerintahan daerah. Dalam kesempatan itu, Bupati bersama Wakil Bupati menyerahkan penghargaan kepada sejumlah perangkat daerah atas kontribusi dalam meningkatkan Indeks Reformasi Birokrasi. Sertifikat akreditasi laboratorium milik Dinas Lingkungan Hidup juga diberikan sebagai bentuk peningkatan kualitas layanan publik.
Rangkaian rapat dilanjutkan dengan pemaparan dari berbagai instansi, di antaranya Samsat Cibadak, BPS, Bawaslu, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan.
Bupati H. Asep Japar mengingatkan pentingnya disiplin ASN, terutama dalam pelaksanaan kebijakan kerja dari rumah (WFH) di tengah efisiensi anggaran.
“WFH harus tetap disiplin. Jangan sampai yang dijadwalkan bekerja justru tidak berada di tempat, apalagi sampai di luar kota,” ujarnya.
Ia juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak. Menurutnya, potensi pajak daerah masih besar dan perlu digarap lebih optimal.
“Pajak ini langsung masuk ke kas daerah. Kita perlu jemput bola agar masyarakat lebih mudah dan sadar membayar pajak,” katanya.
Wakil Bupati H. Andreas menambahkan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kerja sama yang solid antarinstansi menjadi kunci. Kita harus saling membantu dan memperkuat satu sama lain,” ucapnya.
Bupati juga meminta para camat mengawal proyek strategis nasional di wilayahnya, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Gerakan Merah Putih, agar berjalan optimal menuju visi Indonesia Emas 2045.
Selain itu, sektor UMKM didorong ikut terlibat dalam rantai pasok program pemerintah, termasuk mendukung kebutuhan program MBG di Kabupaten Sukabumi.
Perhatian terhadap pelayanan dasar juga menjadi sorotan, terutama penanganan stunting. Seluruh perangkat daerah diminta aktif menekan angka stunting hingga di bawah 5 persen melalui peningkatan kualitas lingkungan dan layanan kesehatan.
Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd

