ARAHBICARA.COM – Dalam upaya memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data dan partisipatif, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk penyusunan Kajian Perekonomian Kota Sukabumi.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 25 Juni 2025, di Ruang Pertemuan Atas Bappeda Kota Sukabumi.

FGD menghadirkan dua narasumber utama, yakni Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, S.Sos., M.A.P., dan Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda, Erni Agus Riyani, S.Si., M.AP.

Tujuan dari kegiatan ini adalah menjaring masukan dan perspektif dari para pemangku kepentingan lintas sektor guna merumuskan arah kebijakan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Asep Suhendrawan menegaskan pentingnya penyusunan Kajian Perekonomian sebagai dasar untuk merumuskan program prioritas pembangunan daerah.

“FGD ini menjadi ruang kolaboratif untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi tantangan, dan menggali potensi yang dimiliki Kota Sukabumi dari berbagai sektor ekonomi,” katanya.

FGD diikuti oleh berbagai unsur perangkat daerah, camat, serta perwakilan komunitas masyarakat dan pelaku usaha, antara lain:
– Kepala Bappeda Kota Sukabumi
– Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
– Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan
– Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata
– Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP
– Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
– Dinas Perhubungan
– Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran
– Para camat se-Kota Sukabumi (Baros, Cibeureum, Cikole, Citamiang, Gunungpuyuh, Lembursitu, dan Warudoyong)
– UPT Pasar Kota Sukabumi
– Paguyuban Pedagang Lembursitu
– Perwakilan masyarakat dan Gedung Widaria Kencana Kota Sukabumi

Diskusi berlangsung secara interaktif dan konstruktif. Para peserta menyampaikan masukan terkait kondisi riil perekonomian di wilayah masing-masing, termasuk potensi UMKM, pengembangan sektor pariwisata, peningkatan investasi, hingga tantangan infrastruktur dan pelayanan publik yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi lokal.