ARAHBICARA.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi mengingatkan masyarakat untuk merencanakan keluarga dengan baik. Pesan ini disampaikan melalui kampanye edukasi yang menyoroti bahaya menikah muda, pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah, serta pencegahan stunting.
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menegaskan bahwa keluarga berencana adalah kunci lahirnya generasi sehat. “Punya anak tanpa rencana bisa jadi bencana. Hindari 4T: terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak. Gunakan metode kontrasepsi jangka panjang sesuai kebutuhan, pasti efektif, praktis, dan ekonomis,” ujarnya, Senin (18/9/2026).
Dalam kampanye tersebut, DPPKB menyoroti kisah nyata dampak pernikahan dini. Anak yang lahir dari ibu yang masih dalam masa pertumbuhan berisiko mengalami stunting karena gizi terbagi antara ibu dan janin. “Nikah muda itu bahaya. Bisa menyebabkan kematian ibu dan bayi, emosi labil, hingga perceraian. Karena itu, jangan nikahkan anak yang masih remaja,” tegas Eka.
Selain itu, DPPKB juga mengingatkan calon pengantin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan minimal tiga bulan sebelum menikah. Hal ini penting untuk mencegah risiko anemia, komplikasi kehamilan, dan memastikan kesiapan fisik maupun mental.
Pesan lain yang disampaikan adalah peran ayah dalam keluarga. Ayah diingatkan agar tidak hanya hadir secara materi, tetapi juga memberikan perhatian, kasih sayang, dan menjadi teladan. “Bonus demografi hanya akan jadi ilusi jika ayah menghilang dari fungsi sejati. Anak butuh tatapan, pelukan, dan panutan, bukan sekadar transferan,” kata Eka.
DPPKB juga menekankan pentingnya pola hidup sehat bagi ibu hamil dan anak. Mulai dari konsumsi makanan bergizi, minum tablet tambah darah, pemberian ASI eksklusif, hingga pemantauan tumbuh kembang anak di posyandu setiap bulan. “Cegah stunting itu penting. Pastikan anak tumbuh sehat, bebas tanting, dan keluarga hidup berencana,” tambahnya.
Dengan kampanye ini, DPPKB Sukabumi berharap masyarakat semakin sadar bahwa hidup berencana adalah langkah nyata untuk menciptakan generasi sehat, kuat, dan berkualitas.
Reporter: Cr
Redaktur: Rsd
