ARAHBICARA.COM – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui optimalisasi pendapatan, peningkatan konsumsi dan investasi masyarakat, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan, pertumbuhan ekonomi daerah harus ditopang oleh berbagai kekuatan secara bersamaan.

“APBD, konsumsi masyarakat, investasi, dan aktivitas perdagangan memiliki peran penting dalam menjaga pergerakan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat,” katanya, Selasa (8/9/2026).

Penguatan kapasitas fiskal menjadi perhatian pemerintah daerah. Optimalisasi potensi penerimaan pajak terus didorong, termasuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Menurut Ayep Zaki, kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan menjadi bagian penting untuk memperkuat kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.

“APBD ini adalah uang rakyat yang dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk program. Karena itu, kita harus memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Penguatan ekonomi masyarakat juga diarahkan melalui sektor ekonomi kreatif. Salah satunya lewat Pelatihan Design & Membatik yang digelar Dinas Koperasi bersama Dekranasda dan Bank BJB pada 8-10 September 2026.

Kegiatan ini diikuti 75 peserta tingkat pemula dan pelaku UMKM. Pelatihan tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga melestarikan batik sebagai kekayaan budaya sekaligus membuka peluang usaha baru.

Batik menjadi salah satu potensi kerajinan yang terus dikembangkan di Kota Sukabumi, selain bambu dan produk kuliner. Pemerintah menilai pembinaan berkelanjutan diperlukan agar produk UMKM semakin berdaya saing dan menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Sukabumi membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha, perbankan, komunitas, serta masyarakat. Sinergi ini diperlukan untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan keterampilan, memperkuat pemasaran, sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru.

Arah pembangunan ekonomi daerah tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi juga penciptaan kesempatan usaha, peningkatan keterampilan, penguatan UMKM, serta kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dengan tetap menjaga stabilitas inflasi. Penguatan kapasitas fiskal dan pemberdayaan sektor produktif diharapkan berjalan beriringan sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

 

(Rsd)