ARAHBICARA.COM – Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi sehat, cerdas, dan berkarakter. Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki saat membuka kegiatan Sosialisasi “Ibu Cerdas, Pola Asuh Hebat, Anak Bahagia” di Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan diikuti kader PKK dan Posyandu, serta dihadiri Ketua TP PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatillah, TP PKK Kecamatan Cikole, Camat Cikole, Lurah Kebonjati, dan tokoh masyarakat.

Dalam arahannya, Wali Kota menekankan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga investasi jangka panjang melalui pembentukan generasi berkualitas.

“Ibu cerdas, pola asuh hebat, anak bahagia ini dari kita untuk kita. Kita harus mendidik anak-anak kita dengan baik, karena merekalah yang akan menjadi pemimpin di masa depan,” ujar Ayep Zaki.

Ia mengajak orang tua memberi perhatian pada tumbuh kembang anak, terutama di masa emas. Menurutnya, pola asuh tidak selalu membutuhkan biaya besar. Hal sederhana seperti pemenuhan gizi lewat telur bisa menjadi solusi.

“Jangan sampai anak-anak kita sejak kecil hanya dikenalkan dengan gadget. Ajak mereka menggambar, menulis, bermain, dan berkomunikasi. Dari kegiatan sederhana itu kreativitas dan kemampuan sosial anak bisa berkembang,” ungkapnya.

Ayep juga mengingatkan dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap pola tidur, pola makan, hingga perkembangan sosial anak.

“Teknologi boleh digunakan, tetapi harus bijak. Orang tua harus hadir, berkomunikasi dengan anak, dan mendampingi mereka,” katanya.

Ketua TP PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatillah menambahkan, kegiatan ini menjadi ruang memperkuat sinergi pemerintah, PKK, Posyandu, dan masyarakat.

“Efisiensi bukan berarti gerakan kita berhenti. Sepuluh program pokok PKK dan enam SPM tetap harus berjalan. Posyandu juga tidak boleh berhenti. Kita harus mencari cara agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujar Ranty.

Ia menekankan pentingnya kesehatan mental orang tua sebagai bagian dari pola asuh. Rumah disebutnya sebagai laboratorium pertama bagi anak, sementara orang tua menjadi teladan utama.

“Tidak ada orang tua yang sempurna. Tak ada gading yang tak retak. Yang penting adalah mau belajar, mau memperbaiki diri, dan memberikan yang terbaik untuk anak,” jelasnya.

(Rsd)