ARAHBICARA.COM – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sukabumi ikut berpartisipasi dalam Fashion Show Sunda Karsa Fest – Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026.
Dalam ajang tersebut, Dekranasda menampilkan koleksi bertema “Sagara Ciletuh: Harmoni Pesisir Sukabumi dalam Balutan Busana Kontemporer.” Koleksi ini terinspirasi dari keindahan pesisir selatan Sukabumi dan kawasan Geopark Ciletuh. Motif Batik Penyu Sukabumi diangkat sebagai simbol harmoni, keberlanjutan, sekaligus identitas daerah.
Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, mengatakan keikutsertaan dalam ajang ini menjadi wujud komitmen daerah dalam melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan kriya lokal.
Kami ingin menunjukkan bahwa wastra Sukabumi bisa tampil modern tanpa kehilangan akar budaya. Motif batik penyu adalah ciri khas daerah yang kami banggakan,” ujar Sri Hastuty, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, perpaduan antara kain tradisional dengan desain kontemporer menjadi cara untuk menarik minat generasi muda.
“Busana ini bukan hanya karya seni, tapi juga pesan tentang keberlanjutan. Kami berharap masyarakat semakin mencintai produk lokal,” tambahnya.
Fashion show tersebut diikuti oleh berbagai daerah di Jawa Barat. Penampilan Sukabumi mendapat perhatian karena memadukan unsur alam pesisir dengan gaya modern. Para model berjalan di atas panggung mengenakan busana yang memadukan batik dengan potongan kontemporer, sehingga terlihat elegan sekaligus segar.
Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi, Yani Japar, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan kriya lokal ke tingkat provinsi.
“Kami ingin produk kriya Sukabumi dikenal lebih luas. Dengan tampil di ajang seperti ini, kami berharap ada peluang kerja sama dan pasar baru,” katanya.
Selain fashion show, acara Sunda Karsa Fest juga menampilkan pameran kerajinan, kuliner, dan diskusi budaya. Hal ini memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk berinteraksi dengan masyarakat, memperluas jejaring, dan meningkatkan promosi produk.
Sri Hastuty menegaskan DKUKM bersama Dekranasda akan terus mendorong UMKM kreatif agar naik kelas.
“Kami akan terus berkolaborasi lintas sektor. Harapannya, UMKM Sukabumi bisa menjadi penggerak ekonomi sekaligus penjaga budaya daerah,” tutupnya.
Partisipasi ini, Sukabumi menunjukkan bahwa kekayaan lokal bisa tampil di panggung besar, membawa pesan harmoni antara tradisi dan modernitas.
(Rsd).
