ARAHBICARA.COM– Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menaruh perhatian kondisi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi yang masih serba terbatas. Dalam pertemuan di Pendopo Sukabumi, ia meminta perangkat daerah segera memprioritaskan anggaran demi keselamatan petugas dan masyarakat.

“Ini menyangkut nyawa manusia. Keselamatan anggota di lapangan juga harus jadi prioritas utama,” kata Andreas.

Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Bapperida Yuki Ramdan Priana dan Kepala DPKP Kabupaten Sukabumi, Budianto, dan kepala DPKP menjelaskan bahwa petugas tetap bekerja maksimal meski menghadapi banyak kendala. Armada yang dimiliki sebagian besar sudah menurun kualitasnya, sementara perlengkapan pelindung masih jauh dari memadai.

“Petugas seringkali bertugas tanpa APD yang layak. Kami juga belum punya alat pengisi SCBA sendiri, dan masih kekurangan peralatan standar untuk evakuasi, misalnya ular atau sarang tawon,” ujar Budianto.

Kabid Pemadam Kebakaran, Erwin Andri, menambahkan bahwa saat ini DPKP hanya memiliki 12 posko untuk melayani 47 kecamatan. Idealnya, dibutuhkan sedikitnya 25 posko agar respon lebih cepat.

“Satu posko seperti di Pelabuhan Ratu harus menangani hingga lima kecamatan. Ini jelas jadi tantangan besar,” ucap Erwin.

Selain posko, jumlah personel juga masih kurang. DPKP membutuhkan tambahan 66 anggota agar bisa memenuhi standar pelayanan minimal.

Meski terbatas, DPKP tetap berusaha berinovasi. Mereka meluncurkan layanan digital seperti Damkar Cermat untuk pengaduan masyarakat secara real-time, serta Fire Visit sebagai edukasi kebakaran bagi sekolah dan instansi.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama jajaran DPKP untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan penyelamatan di Kabupaten Sukabumi. Andreas juga mengingatkan pentingnya identitas dan penampilan petugas di lapangan.

“Marwah pemerintah ada pada performa petugas di lapangan,” tutupnya.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd