ARAHBICARA.COM – Di tengah geliat usaha kecil di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, muncul kisah inspiratif dari seorang perempuan bernama Maesah (54). Meski usianya tak lagi muda, ia tetap setia mengolah singkong menjadi camilan tradisional bernama enye. Dari dapur sederhana, produk ini perlahan menjelma jadi sumber penghasilan sekaligus harapan.
Bagi sebagian orang, enye mungkin dianggap camilan biasa. Namun di tangan Maesah, makanan berbahan dasar singkong itu punya cita rasa khas yang membuat banyak orang ketagihan. “Kalau sudah makan enye, rasanya ingin terus nambah,” kata seorang pelanggan setia, Minggu (16/2/2026).
Seiring waktu, usaha yang dirintis Maesah tak berhenti di rasa tradisional. Ia mulai menyesuaikan produknya dengan selera pasar. Dari kemasan hingga varian rasa, semuanya dibenahi agar bisa diterima berbagai kalangan, termasuk anak muda.
Meski terlihat sederhana, usaha ini mampu menopang kebutuhan sehari-hari. Proses produksinya masih tradisional, tapi peluang ekonominya cukup menjanjikan. Fenomena ini menunjukkan bahwa potensi lokal, jika dikelola dengan tekun, bisa berkembang jadi sumber penghidupan berkelanjutan.
Enye singkong bukan hanya camilan, tapi juga simbol ketekunan dan kreativitas dari dapur kecil di Cikembar.
Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd

