ARAHBICARA.COM – BPBD Kabupaten Sukabumi terus mendorong budaya sadar bencana. Salah satunya lewat kegiatan edukasi gempa bumi yang disertai simulasi evakuasi di SD Muhammad Al-Unaizy.

Ratusan siswa dan guru ikut serta dengan antusias. Mereka mendengarkan materi yang digelar beberapa waktu yang lalu itu, juga mempraktikkan cara penyelamatan diri saat gempa, mulai dari berlindung hingga menuju titik kumpul aman.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan edukasi sejak dini penting agar siswa dan guru tahu langkah yang harus dilakukan saat gempa.

“Sekolah termasuk ruang publik yang rawan. Karena itu, kesiapan siswa dan tenaga pendidik jadi hal utama,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Sukabumi sendiri termasuk daerah dengan potensi gempa cukup tinggi. Karena itu, BPBD menekankan kesiapsiagaan sebagai tanggung jawab bersama.

Praktik Langsung di Lapangan
Dalam simulasi, siswa diajarkan gerakan sederhana seperti “drop, cover, and hold on” serta evakuasi tertib menuju titik kumpul. Latihan dibuat seolah dalam kondisi darurat, sehingga peserta bisa merasakan pentingnya tenang dan terkoordinasi.

Eki menambahkan, pendekatan praktik langsung membuat materi lebih mudah diingat. “Kami ingin setiap siswa tahu cara melindungi diri, membantu teman, dan mengikuti arahan guru. Detik pertama saat darurat sangat menentukan,” katanya.

BPBD berkomitmen memperluas kegiatan serupa ke lebih banyak sekolah. Harapannya, generasi muda Sukabumi tumbuh lebih siap dan tangguh menghadapi bencana.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd