ARAHBICARA.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan komitmennya menjadikan Sukabumi sebagai kota sehat. Hal itu ia sampaikan saat pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Sukabumi masa bakti 2025–2028, Sabtu (14/2/2026).

Dalam acara tersebut, dr. H. Asep Tajul resmi dilantik sebagai Ketua IDI Cabang Kota Sukabumi. Pelantikan ini sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan sekitar 320 dokter anggota IDI.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi kuat dengan para dokter dan tenaga kesehatan agar pelayanan semakin berkualitas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Ayep Zaki.

Menurutnya, IDI memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan warga. Sementara pemerintah bertugas membangun ekosistem sosial yang mendukung pola hidup sehat.

Sebagai langkah nyata, Pemkot Sukabumi telah memperkuat 17 BLUD sektor kesehatan. Layanan kemoterapi di RSUD Bunut juga kini mampu melayani 60–70 pasien setiap bulan. Pemerintah menargetkan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit secara menyeluruh.

Tak hanya itu, pada 2026 Pemkot menargetkan lebih dari 900 inovasi dari 35 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Program tersebut diharapkan mempercepat terwujudnya “Sukabumi Menuju Kota Sehat” sekaligus menjadikan kota ini pusat layanan kesehatan unggulan.

Ayep menambahkan, penguatan layanan kesehatan harus dibarengi dengan komitmen menjaga etika profesi dan pelayanan prima. “Dengan sinergi yang solid antara pemerintah dan tenaga medis, saya optimistis kualitas kesehatan masyarakat akan terus meningkat,” ujarnya.

Pelantikan pengurus IDI ini diharapkan menjadi awal konsolidasi program kesehatan yang lebih terarah dan berdampak langsung bagi warga Sukabumi.

Reporter: Aris
Redaktur: Rsd