ARAHBICARA.COM – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang terencana dan melibatkan semua pihak. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tahun 2026 di Ruang Pertemuan Kecamatan Citamiang, Rabu (11/2/2026).
Dalam forum tersebut, Bobby menyebut persoalan sampah menjadi isu prioritas. Saat ini, volume sampah di Kota Sukabumi mencapai sekitar 185 ton per hari. Sementara kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul diperkirakan akan terbatas dalam beberapa tahun ke depan.
“Forum ini bukan sekadar membahas rencana teknis, tetapi ruang untuk merumuskan solusi konkret atas persoalan sampah yang kian kompleks. Kita harus bergerak bersama dan menyiapkan langkah antisipatif sejak sekarang,” ujar Bobby.
FPD DLH digelar sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan daerah. Kegiatan ini melibatkan perangkat daerah, unsur kecamatan, dan pemangku kepentingan terkait. Tujuannya menyelaraskan program kerja DLH Tahun 2027 dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengendalian dan pengurangan sampah.
Menurut Bobby, bertambahnya jumlah penduduk dan pembangunan perumahan berdampak langsung pada produksi sampah. Karena itu, penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh kolaborasi lintas sektor.
“Penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan, kemudian diperkuat dengan sistem pengangkutan dan pengolahan yang optimal,” katanya.
Pemkot Sukabumi telah menjalankan sejumlah langkah, seperti sayembara pengelolaan sampah tingkat kelurahan, gerakan budaya bersih, serta edukasi pemilahan sampah dari hulu ke hilir. Selain itu, ada arahan Presiden terkait kegiatan bersih-bersih dua kali sepekan setiap Selasa dan Jumat yang kini tengah diproses di Kementerian Dalam Negeri.
Sebagai dukungan operasional, kegiatan FPD juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis tujuh unit motor sampah untuk masing-masing kecamatan. Bantuan ini diharapkan memperkuat layanan pengangkutan sampah di wilayah serta mempercepat penanganan di lapangan.
Melalui forum ini, Pemkot Sukabumi menegaskan komitmennya mewujudkan tata kelola persampahan yang berkelanjutan, efektif, dan berbasis partisipasi masyarakat.
Reporter: Aris
Redaktur: Rsd

