ARAHBICARA.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menggelar sosialisasi kesehatan reproduksi bagi remaja usia sekolah, Jumat (6/2/2026). Kegiatan berlangsung di SMAN 1 Cikembar mulai pukul 10.00 WIB dengan sasaran utama siswa-siswi SMA.
Kepala Bidang Keluarga Berencana DPPKB Kabupaten Sukabumi, Feri Budiman, mengatakan sosialisasi ini penting agar remaja mendapat pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi.
“Remaja perlu mendapatkan informasi yang tepat sejak dini. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa mampu menjaga kesehatan diri, menerapkan perilaku hidup sehat, serta terhindar dari berbagai risiko yang dapat berdampak pada masa depan mereka,” ujarnya.
Feri menambahkan, sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kesehatan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak sekolah sangat dibutuhkan agar program berjalan berkelanjutan.
Dukungan juga datang dari pihak sekolah. Humas SMAN 1 Cikembar, Riskanti Evitasari, menyebut kegiatan ini relevan dengan kebutuhan siswa. “Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat. Di sini wadahnya siswa-siswi usia 17-18 tahun yang memang membutuhkan informasi akurat mengenai kesehatan reproduksi dan penyakit-penyakit seksual. Walaupun mereka bisa mencari informasi sendiri melalui gadget, tetap diperlukan pendampingan dan penjelasan yang benar dari ahlinya,” kata Riskanti.
Siswa-siswi pun memberi tanggapan positif. Seorang siswa menyebut kesehatan remaja sangat penting karena usia mereka rentan terpengaruh lingkungan. “Kalau tidak dibekali info yang benar, bisa salah langkah dan nanti di belakangan. Bahaya banget kalau sampai kena MBA atau hamil duluan,” ucapnya.
Siswa lain menilai kegiatan ini membantu mereka yang sebentar lagi lulus. “Acara ini sangat bagus, apalagi untuk kelas 12 yang sebentar lagi mau terjun ke masyarakat. Edukasi seperti ini bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Sekolah berharap durasi sosialisasi bisa lebih panjang agar materi tersampaikan lebih lengkap. “Saran saya ke depan kalau bisa durasinya diperpanjang, karena ini sangat berguna. Apalagi reproduksi masih dianggap tabu, jadi siswa SMA perlu benar-benar diedukasi,” tandas salah satu siswa.
Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd


