ARAHBICARA.COM – Pemerintah Kota Sukabumi menyatakan komitmen menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Boby Maulana, saat menghadiri forum Pasamoan Agung High Level Meeting (HLM) TPID & TP2DD se-Jawa Barat di Alun-Alun Kabupaten Kuningan, Kamis (5/1/2026).
Dalam forum yang mempertemukan pimpinan daerah se-Jawa Barat, Boby menekankan pentingnya kerja sama antarwilayah untuk menghadapi tantangan inflasi yang biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan.
“Sinergi lintas pemerintah daerah sangat krusial untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Kita harus menyatukan langkah agar potensi tekanan ekonomi jelang Ramadan dan Idulfitri dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Boby Maulana.
Pemkot Sukabumi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) fokus pada pemantauan stok pangan dan kelancaran distribusi agar kebutuhan pokok tetap terjangkau.
Selain soal harga, pertemuan juga membahas percepatan digitalisasi lewat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Boby menyebut transformasi digital akan membuat tata kelola ekonomi lebih transparan dan efisien.
“Digitalisasi transaksi bukan sekadar tren, tapi kebutuhan untuk mewujudkan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Dengan sistem yang terintegrasi, kita bisa bergerak lebih efektif dalam mengambil kebijakan ekonomi,” katanya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, serta Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pusat dan provinsi terhadap langkah strategis kabupaten/kota dalam menjaga daya beli masyarakat.
Melalui forum ini, Pemkot Sukabumi optimistis iklim ekonomi tetap kondusif sehingga warga bisa menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga.
Reporter: Aris
Redaktur: Rsd

