ARAHBICARA.COM – RSUD Jampang Kulon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Melalui tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bersama tenaga kesehatan lainnya, kegiatan Edukasi Kesehatan Rawat Jalan digelar pada Selasa (27/01/2026) dengan mengangkat tema penting, mengenal dan memahami penyakit Kusta.

Kegiatan yang berlangsung di area layanan rawat jalan ini diikuti oleh pasien dan keluarga pasien yang tengah menunggu antrean pelayanan. Suasana edukatif terasa hangat ketika pemateri, dr. Maghfira Iwana Aqila, menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami dan interaktif.

Dalam pemaparannya, dr. Maghfira menjelaskan bahwa Kusta atau Lepra (Morbus Hansen) merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini dapat menyerang kulit, saraf tepi, mata, dan jaringan tubuh lainnya.

Gejala awal yang sering tidak disadari adalah mati rasa pada bagian tubuh tertentu, yang apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen hingga kecacatan.

“Banyak masyarakat yang belum memahami bahwa kusta bisa disembuhkan jika terdeteksi dan diobati sejak dini. Yang berbahaya justru ketika penderita tidak menyadari gejalanya,” katanya, Selasa (27/1/2026).

Sementara itu, Direktur RSUD Jampang Kulon, dr. Lusi Apriani, menegaskan bahwa kegiatan edukasi seperti ini merupakan bagian dari upaya preventif rumah sakit dalam menekan angka kasus penyakit menular yang masih diselimuti stigma di masyarakat.

“Kami ingin masyarakat paham bahwa kusta bukan penyakit kutukan atau aib. Ini murni penyakit medis yang bisa diobati. Edukasi ini penting agar masyarakat tidak takut memeriksakan diri dan tidak mengucilkan penderita,” ungkap dr. Lusi.

Menurutnya, edukasi kesehatan di ruang rawat jalan menjadi momen strategis karena langsung menyasar masyarakat yang sedang mengakses layanan kesehatan. Dengan cara ini, pesan kesehatan dapat diterima lebih efektif dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan PKRS ini, RSUD Jampang Kulon berharap masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi dini, tidak terpengaruh stigma, serta berani memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mencurigakan.

Edukasi kesehatan bukan hanya tentang pengobatan, tetapi juga tentang membangun pemahaman dan kepedulian bersama terhadap kesehatan diri dan lingkungan.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd