ARAHBICARA.COM – Peringatan Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada Rabu (4/2/2026) tidak hanya menjadi refleksi dunia kesehatan, tetapi juga menggugah dunia pendidikan untuk turut ambil peran. Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pendidikan menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan kesadaran hidup sehat kepada generasi muda sejak usia dini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan bahwa pendidikan bukan semata soal akademik, melainkan juga membangun karakter dan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.

Menurutnya, sekolah dapat menjadi ruang pertama bagi anak-anak untuk mengenal pentingnya menjaga tubuh dari berbagai penyakit, termasuk kanker.

“Kesadaran kesehatan harus dibangun sejak bangku sekolah. Anak-anak perlu dikenalkan pola makan sehat, pentingnya olahraga, serta kebiasaan hidup bersih. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan mereka,” ujar Deden, Rabu (4/2/2026).

Ia menuturkan, momentum Hari Kanker Sedunia menjadi pengingat bahwa literasi kesehatan perlu berjalan beriringan dengan literasi akademik. Edukasi sederhana seperti membawa bekal makanan bergizi, mengurangi konsumsi makanan instan, hingga membiasakan aktivitas fisik dinilai mampu membentuk pola hidup yang lebih baik.

Lebih lanjut, Deden menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah dalam menciptakan budaya hidup sehat. Sekolah, kata dia, bukan hanya tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi juga tempat menanamkan kesadaran akan nilai kehidupan dan kesehatan.

Dengan semangat Hari Kanker Sedunia, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berharap setiap satuan pendidikan mampu menjadi agen perubahan, membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara fisik dan mental.
Karena dari ruang kelas yang sederhana, kepedulian besar terhadap kesehatan dapat tumbuh dan menyebar luas ke tengah masyarakat.

Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd