ARAHBICARA.COM – Peringatan Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari 2026 menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh masyarakat akan pentingnya kesadaran, kepedulian, serta langkah nyata dalam pencegahan dan pengendalian kanker.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, menyampaikan bahwa kanker bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan kepedulian sosial dan gaya hidup masyarakat yang perlu terus diperbaiki bersama.
“Hari Kanker Sedunia harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Kesadaran untuk menjaga pola hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, serta saling menguatkan bagi para pejuang kanker adalah bentuk kepedulian nyata yang bisa kita lakukan,” ujar Dede Rukaya, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi ajakan kolektif untuk meningkatkan literasi kesehatan di tengah masyarakat.
Edukasi tentang deteksi dini, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan menghindari faktor risiko menjadi bagian penting dalam menekan angka kasus kanker.
Dede juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan kerja, hingga komunitas, untuk menciptakan budaya hidup sehat dan saling mendukung.
“Kita bisa mulai dari hal sederhana, dari diri sendiri dan keluarga. Karena dukungan moral dan perhatian dari lingkungan sekitar sangat berarti bagi para pejuang kanker,” tambahnya.
Ia berharap, melalui momentum Hari Kanker Sedunia ini, kesadaran masyarakat Kabupaten Sukabumi terhadap pentingnya pencegahan kanker semakin meningkat, sehingga kualitas hidup masyarakat pun semakin baik.
“Semoga peringatan ini menguatkan tekad kita bersama untuk lebih peduli, lebih sadar, dan lebih sigap dalam menjaga kesehatan,” tandasnya.
Reporter: Jowel
Redaktur: Rsd

