ARAHBICARA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi mulai mengintensifkan penerapan program penanggulangan sampah di seluruh satuan pendidikan. Program ini tidak hanya diarahkan untuk menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga membentuk karakter peserta didik sejak dini.

Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung dan mengadaptasi berbagai program inovatif yang digagas Pemerintah Kota Sukabumi agar dapat diterapkan secara efektif di lingkungan sekolah.

Menurut Novian, pengelolaan sampah di sekolah pada prinsipnya sama dengan di masyarakat, hanya saja pelaku utamanya adalah peserta didik.

“Program ini menjadi sarana pembinaan karakter. Anak-anak kita dorong untuk terbiasa membuang dan memilah sampah dengan benar sejak dini,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Ia menilai pendidikan karakter peduli lingkungan harus dibangun melalui praktik langsung, bukan hanya teori di kelas. Dengan pembiasaan yang konsisten, peserta didik diharapkan mampu menerapkan perilaku disiplin dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Novian menambahkan, sejumlah sekolah sudah mulai menjalankan praktik pengelolaan sampah. Ke depan, Disdik akan mendorong agar program tersebut dijalankan lebih terstruktur, masif, dan berkelanjutan. “Kita melihat sudah ada yang berjalan. Pelaksanaannya akan kita perkuat agar lebih optimal dan merata di semua sekolah,” jelasnya.

Selain itu, Disdik membuka ruang bagi lahirnya inovasi pengelolaan sampah di sekolah. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mengasah kreativitas peserta didik.

Melalui integrasi pengelolaan sampah dengan proses pembelajaran, Pemerintah Kota Sukabumi berharap sekolah dapat menjadi ujung tombak dalam mencetak generasi muda yang peduli lingkungan dan mampu menghadapi tantangan persoalan sampah di masa mendatang.

Novian juga menuturkan bahwa penguatan budaya tertib sampah di sekolah sejalan dengan arah kebijakan nasional di bidang pendidikan, termasuk melalui pendekatan digitalisasi pembelajaran yang mulai diterapkan secara bertahap.

“Digitalisasi pembelajaran menjadi salah satu pendekatan ke depan. Tentu penerapannya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah,” tandasnya.

Reporter: Aris
Redaktur: Rsd