ARAHBICARA.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi terus mengintensifkan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Salah satunya melalui sosialisasi enam langkah penting agar mereka terhindar dari kekerasan fisik, psikis, maupun seksual.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, H. Agus Sanusi, mengatakan pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Menurutnya, kesadaran bersama menjadi kunci agar anak dan perempuan merasa aman, didengar, dan terlindungi.

“Peran orang tua, pendidik, serta lingkungan sangat menentukan. Anak dan perempuan harus mendapat ruang aman serta perlindungan sejak dini,” ujar Agus Sanusi, Selasa (30/12/2025).

Ia menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, termasuk rumah, sekolah, tempat bermain, dan ruang publik. Orang tua juga diminta aktif memantau aktivitas digital anak untuk mencegah kekerasan berbasis online seperti perundungan siber, pelecehan seksual daring, maupun tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Di era digital saat ini, pengawasan penggunaan gawai dan media sosial menjadi sangat penting agar anak tidak menjadi korban kejahatan digital,” jelasnya.

DP3A juga mendorong pemahaman batasan tubuh serta keberanian anak untuk mengatakan “tidak” terhadap perlakuan yang membuat tidak nyaman. Edukasi mengenai jenis kekerasan dan cara pencegahannya disebut perlu diberikan secara berkelanjutan.

Agus menambahkan, masyarakat tidak perlu ragu melaporkan jika terjadi dugaan kekerasan. Korban membutuhkan pendampingan cepat dan tepat agar memperoleh perlindungan serta pemulihan.

DP3A Kabupaten Sukabumi menyediakan layanan pengaduan melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di wilayah utara dan selatan. Layanan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan maksimal bagi anak dan perempuan.

“DP3A akan terus hadir dan bersinergi dengan seluruh pihak untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan,” pungkas Agus Sanusi.

Reporter: Jowel.
Redaktur: Rsd.