ARAHBICARA.COM – Pemerintah Kota Sukabumi menggelar Penganugerahan Pengelola Pengaduan Tahun 2025 di Ruang Utama Balai Kota, Kamis (4/12/2025).
Acara yang dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, para kepala perangkat daerah, direktur BUMD, camat, serta para operator SP4N–LAPOR! ini menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan publik berbasis pengaduan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa SP4N–LAPOR! merupakan program nasional yang dikelola KemenPAN-RB dan Kemendagri, serta diawasi oleh Ombudsman RI.
Sistem ini, kata Bobby, menjadi instrumen penting agar setiap keluhan warga ditindaklanjuti secara cepat, terukur, dan transparan.
“Pengelolaan pengaduan yang baik bukan hanya soal respons cepat, tetapi juga komitmen untuk menghadirkan pemerintahan yang akuntabel dan lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Bobby.
Acara penghargaan tahun ini mencakup lima kategori, mulai dari tindak lanjut lapangan terbaik hingga operator teraktif, sebagai bentuk apresiasi bagi instansi yang berhasil meningkatkan performa layanan publik melalui platform nasional tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, yang turut hadir dalam agenda tersebut, menyampaikan bahwa dunia pendidikan juga sangat bergantung pada kecepatan dan keakuratan penanganan pengaduan.
“Bagi kami di sektor pendidikan, setiap laporan masyarakat adalah bahan evaluasi. Aduan dari orang tua, siswa, maupun tenaga pendidik harus dijawab dengan tindakan nyata. Melalui SP4N–LAPOR!, kami bisa memastikan masalah tertangani dan kualitas layanan sekolah semakin meningkat,” ungkap Novian.
Ia menegaskan bahwa Disdik akan terus memperkuat koordinasi dengan sekolah-sekolah, meningkatkan kapasitas operator, dan memperluas inovasi layanan agar masyarakat dapat merasakan perubahan secara langsung.
Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada instansi terbaik. Wakil Wali Kota mengajak seluruh perangkat daerah dan BUMD untuk menjadikan setiap pengaduan sebagai peluang perbaikan.
“Kami ingin interaksi dua arah antara pemerintah dan masyarakat tidak hanya menjadi slogan, tetapi budaya kerja,” tegasnya.
Reporter: Aris. L.
Redaktur: Rsd.

