ARAHBICARA.COM – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tiga kelurahan Nyomplong, Lembursitu, dan Sukakarya menjadi momentum penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk merumuskan arah pembangunan Kota Sukabumi.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Boby Maulana, menegaskan bahwa transformasi sumber daya manusia dan digitalisasi layanan publik harus menjadi prioritas utama agar pembangunan kota berjalan adaptif dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan yang berlangsung Selasa, 2 Desember 2025, Boby menilai Musrenbang bukan sekadar forum pengajuan usulan, tetapi ruang strategis untuk menyamakan langkah antara pemerintah dan warga.
“Musrenbang harus menjadi wadah untuk menyusun prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga. Kita dorong pembangunan yang fokus pada penguatan SDM, ekonomi kreatif, dan percepatan layanan digital,” ujarnya.
Di hadapan para tokoh masyarakat dan perangkat wilayah, Boby juga menyoroti pentingnya kemandirian fiskal Kota Sukabumi.
Menurutnya, ketergantungan pada anggaran pusat dan provinsi masih tinggi, sehingga optimalisasi potensi lokal harus terus diperkuat.
“Kapasitas fiskal kita masih lemah. Karena itu, PAD harus ditingkatkan melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan potensi ekonomi lokal. Prestasi yang sudah diraih kota ini juga harus dipertahankan, jangan sampai menurun,” tegasnya.
Boby mengingatkan bahwa setiap usulan pembangunan dari kelurahan harus berbasis skala prioritas, mengingat pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran.
“Semua aspirasi akan kami tampung. Namun harus realistis, sejalan dengan kemampuan anggaran. Dengan kerja bersama, kita bisa menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran dan membawa Sukabumi semakin kompetitif,” tambahnya.
Musrenbang di tiga kelurahan tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi perencanaan pembangunan 2026, dengan fokus pada penguatan SDM, ekonomi kreatif, dan transformasi layanan publik menuju kota yang lebih modern dan mandiri.
Reporter: Aris. L.
Redaktur: Rsd.

