ARAHBICARA.COM – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak dini hari, Selasa (11/11/2025), mengakibatkan sejumlah bencana alam berupa tanah longsor, genangan air, dan pohon tumbang di beberapa titik.
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Ciemas, Parakansalak, dan Sukalarang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menyampaikan bahwa seluruh laporan kejadian telah diterima sejak dini hari dan langsung direspons oleh tim reaksi cepat (TRC) bersama unsur pemerintah desa, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
“Sejumlah titik longsor memang terjadi akibat curah hujan tinggi disertai angin kencang. Tim kami segera turun ke lokasi melakukan penanganan awal, pembersihan material longsor, dan pemantauan kondisi sekitar. Alhamdulillah, semua kejadian dapat tertangani dengan baik dan tidak ada korban jiwa,” ujar Eki Radiana Rizki, Selasa (11/11/2025).
Salah satu kejadian longsor terjadi di Kampung Giri Asih, Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, yang menutup akses jalan penghubung Tamanjaya – Cigaru. Berkat koordinasi lintas instansi, pembersihan material longsor berhasil dilakukan menggunakan alat berat dari PT Wilton, dan jalur kini telah kembali bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.
Di wilayah lain, Kampung Cisolempat, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, juga mengalami longsor akibat hujan deras yang terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Longsoran tersebut mengancam satu unit rumah milik warga bernama Dasep yang dihuni satu keluarga dengan empat jiwa. Seluruh penghuni rumah telah dievakuasi ke tempat aman tanpa adanya korban luka maupun korban jiwa.
Selain tanah longsor, BPBD juga mencatat genangan air di ruas Jalan Mareleng – Cikadal, Desa Mandarajaya, Kecamatan Ciemas, yang menyebabkan akses sementara terhambat. Sedangkan di wilayah Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, sebuah pohon tumbang menutupi jalan raya Sukabumi – Cianjur Km 10 Pulo Air. Petugas gabungan bersama masyarakat segera melakukan pemotongan dan pembersihan batang pohon hingga jalur kembali normal.
Menurut Eki Radiana Rizki, saat ini kondisi cuaca di Kabupaten Sukabumi masih terpantau hujan ringan dengan suhu sekitar 22 derajat Celsius dan kelembapan 97 persen. Angin berhembus dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 2 km/jam.
“Kami tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah perbukitan, bantaran sungai, atau daerah rawan longsor. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Sukabumi juga terus melakukan pemantauan kondisi lapangan melalui grup koordinasi P2BK se-Kabupaten Sukabumi, media sosial, serta frekuensi radio Ratel I Perbawati. Pemantauan titik rawan bencana turut dilakukan melalui aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare BNPB untuk memastikan langkah antisipatif yang cepat dan terarah.
Selain itu, sistem peringatan dini cuaca ekstrem dan gempa bumi terus dimonitor melalui Warning Receiver System (WRS) New Generation yang terhubung dengan BMKG Region II Tangerang. Semua informasi dikompilasi oleh Unit Data dan Informasi serta Unit Reaksi Cepat Pusdalops BPBD Sukabumi yang bertugas selama 24 jam.
“Kami memastikan koordinasi lintas sektor berjalan baik. Prinsip kami, satu data, satu komando, dan satu langkah cepat dalam penanganan bencana. Masyarakat diimbau segera melapor jika terjadi potensi bencana agar dapat segera ditangani,” tutur Eki.
Reporter: Jowel.
Redaktur: Rsd.

